• Kontak Kami
  • Hotline : 081314746811
  • SMS : 085780805740
  • BBM : 5814F185

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 17.00 , Sabtu, Minggu & Hari Tetap Buka
Selamat datang di SaungBibit.com, kami siap membantu anda yang membutuhkan informasi terkini mengenai bibit buah prospektif yang dapat ditanam baik skala hobi maupun untuk skala bisnis! Kontak kami langsung baik secara langsung ke lokasi atau hanya sekedar lewat telepon maupun SMS Anda dapat juga menggunakan jasa kami dalam hal pembukaan lahan, penanaman, perawatan berkala maupun konsultan perkebunan Anda Anda sibuk dan tak punya waktu ke tempat kami? Kami bisa mengirimkan benih/bibit ke tempat anda dengan mudah hanya melalui handphone anda, semudah anda mengupdate status facebook!
Beranda » Artikel Terbaru » Melihat lebih jelas perbedaan Jambu Kristal dan Jambu Mutiara (Taiwan)

Melihat lebih jelas perbedaan Jambu Kristal dan Jambu Mutiara (Taiwan)

Diposting pada 26 March 2017 oleh admin

“Memang Beda Ya, Jambu Kristal dengan Jambu Mutiara?”

Pertanyaan ini sering ditanyakan calon konsumen, hobis atau rekan-rekan yang ketika datang di kebun Nusagrow kebingungan saat mereka membaca tulisan plang Kebun Induk Jambu Kristal dan Kebun Induk Jambu Mutiara.

Sebagian menganggap sama, terutama yang belum pernah mencoba salah satu buah tersebut, dikarenakan pilihan asal penamaan yang hampir mirip dan sama-sama dari kata perhiasan, “Kristal” dan “mutiara”. Saking bingungya, beberapa kawan pernah menyebut, “kalau begitu, ada juga dong jambu Akik?” (ketika itu jamannya cincin batu akik). Keduanya merupakan varietas yang sama-sama diintroduksi dari misi teknik International Cooperation and Development Fund (ICDF) Taiwan atau kita singkat dengan Misi Teknik Taiwan. Jenis jambu Kristal dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2007 atas nama pengusul Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Misi Teknik Taiwan, meski pada perkembangannya jambu Kristal lebih berkembang di Bogor setelah Misi Teknik Taiwan menggandeng IPB dalam pelaksanaan programnya dalam membina petani lokal Bogor.

Sedangkan Jambu Mutiara justru tidak terlihat dikembangkan secara massif oleh Misi Teknik Taiwan dan bahkan varietas ini sendiri tercatat dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2010 atas nama pengusul Dinas Pertanian Provinsi Lampung dan PT Nusantara Tropical Fruit (NTF), meski Misi Teknik Taiwan telah membawa kedua varietas tersebut di kebun percobaan ICDF-IPB di Cikarawang.

Adapun satu jenis lagi jambu yang juga disebut dengan Jambu Mutiara Kerawang, yang sering disangka sebagai jambu mutiara yang telah dilepas Menteri Pertanian tersebut diatas, adalah sama sekali varietas yang berbeda. Bibit Jambu Mutiara Kerawang didatangkan langsung dari Thailand oleh Narin Watana Anurak, penangkar dan pembibit buah asal Thailand yang lama menetap di Karawang. Awalnya hanya mencoba-coba, namun ternyata jambu biji mutiara itu tumbuh subur di Karawang. Setelah itu baru kemudian Ia mengenalkan pada petani setempat pada tahun 2009.

Namun sayangnya, karena belum dilepas oleh Menteri Pertanian, menelusuri jejak bibit jambu mutiara karawang menjadi lebih sulit. Satu-satunya kesempatan penulis membandingkan varietas ini adalah saat momen pameran hortikultura di Bandung tahun 2012, ketika itu penulis bertemu dengan penjual bibit tabulampot jambu mutiara karawang yang sedang berbuah. Saya amati buahnya tidak jauh berbeda dengan jambu Kristal dalam hal nir biji-nya, juga bentuk buah yang agak berbelimbing. Yang sedikit membedakannya adalah jambu mutiara karawang agak sedikit berbentuk jorong/lonjong sedangkan jambu Kristal cenderung gepeng.

Baik, sekarang kita kembali ke pembahasan sebelumnya, jadi apakah ciri pembeda antara jambu Kristal dan jambu mutiara Taiwan?

Jika dilihat dari fisik tanaman secara umum, karakter daun jambu kristal lebih kaku dan lebih membulat dibandingkan jambu mutiara. Ratio lebar dan panjang daun lebih rendah pada jambu mutiara dibandingkan dengan jambu Kristal. Pada batang, jambu mutiara terlihat memiliki batang yang lebih cokelat dibandingkan jambu Kristal dengan lapisan kulit kayu yang lebih tebal dibandingkan jambu Kristal.

Semua perbedaan itu akan lebih mudah teramati dalam hal buahnya. Buah jambu Kristal berciri sedikit biji ( dibawah 3%) dengan edible portion mencapai 97-98%, ini artinya kalau kita membeli 1 kg jambu kristal, berarti bagian yang dapat kita makan dari jambu kristal itu ya hampir 1 kg juga! Nggak rugi buang-buang kulit seperti buah-buahan lainnya. Tekstur daging buahnya renyah garing, dan memiliki permukaan buah berbelimbing dan bentuk agak bulat gepeng.

pengemasan jambu kristal dengan netfoam dan plastik wrap untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan

Jenis jambu Kristal ini memiliki sifat non klimakteriks, yang artinya mengalami proses pematangan (produksi etilen) rendah selepas dipanen. Hal ini membuat jambu Kristal harus dipanen di tingkat kematangan yang, karena setelah dipanen tidak akan ada lagi terjadi pematangan, sehingga struktur daging buah dan tetap terjaga kerenyahannya meski disimpan di suhu ruang selama +/- 5 hari dan selama 14 hari di pendingin dengan plastik wrap. Oh ya, bobot rata-rata buah jambu Kristal rata-rata berkisar antara 3-5 buah per kilogram (200-350 gram/buah). Tingkat kemanisan jambu kristal adalah 8-11°brix, citarasanya manis segar dan kadang diikuti sedikit aftertaste asam. Aroma yang biasa ditemui kalau kita memakan jambu biji jenis lainnya tidak terlalu terasa jika kita mengunyah jambu Kristal ini. Jambu Kristal ini sangat cocok dikonsumsi langsung sebagai buah meja substitusi buah impor seperti apel/pear, cocok juga untuk di rujak, dibuat manisan basah maupun kering atau dibuat asinan buah.

tampak belahan membujur jambu kristal, hampir tanpa biji

tampak belahan membujur daging jambu mutiara, ada lebih banyak biji namun punya karakter yang empuk dan dapat dimakan

 

Sedangkan jambu mutiara kalau kita lihat secara fisik, sudah amat berbeda dibandingkan jambu Kristal. Buah jambu mutiara mempunyai bentuk buah yang bulat agak mengerucut. Meski sama-sama berdaging putih dengan jambu kristal, buah jambu mutiara memiliki biji yang lebih banyak namun mempunyai karakter yang unik, yaitu bijinya renyah dan dapat dimakan. Kelebihan ini menyebabkan kandungan antioksidan jambu mutiara yang bisa lebih banyak dimanfaatkan para penggemar jambu ini karena biasanya biji banyak mengandung vitamin E dan protein lain yang bermanfaat bagi tubuh. Kerenyahan jambu mutiara juga tidak kalah dengan jambu kristal dengan tingkat kematangan yang sama, bahkan lebih empuk. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh area biji yang membentuk pola bunga dan radial yang bersinggungan dengan area dinding buah. Jadi ada citarasa renyah diluar dan lembut di dalam J. Bobot buah jambu mutiara rata-rata mencapai 300-600 gram per buah! Besar ya!

Satu hal yang menjadi keunggulan jambu mutiara ini adalah tingkat kemanisan yang tinggi hingga mencapai 12°brix serta aromatic aftertaste yang dapat terasa dihidung saat kita mengunyah buahnya. Bagian yang dapat dimakan men

jambu mutiara (taiwan) matang pohon, tampak ada garis membujur pada buah

capai 93-94%, lebih sedikit dibandingkan jambu kristal. Karena sifatnya yang lebih klimakteriks dibanding jambu kristal, jambu mutiara ini akan lebih terjaga kesegarannya dengan penyimpanan yang ideal di refrigerator dengan suhu 5-7˚ C dengan pembungkusan menggunakan plastic wrap. Buah jambu mutiara sangat cocok dimakan langsung dengan tingkat kematangan ideal 80-85% baik dengan atau tanpa mengkonsumsi bijinya. Selain itu buah jambu mutiara juga dapat diolah sebagai jus buah, selai atau jelly dikarenakan kadar pectin yang cukup tinggi dalam kondisi kematangan lebih dari 90%.
Dalam tingkat produktivitas, jambu mutiara mengungguli jambu Kristal. Jambu mutiara selain memiliki bobot perbuah yang lebih tinggi juga sangat genjah dengan tingkat produktivitas mencapai 40-50 kg pertahun sedangkan jambu Kristal mencapai 30-40 kg pertahun pertanaman (kondisi penanaman di area Bogor). Sedangkan mengenai pasar dan harga hal ini sangat tergantung lokasi. Jambu Mutiara, karena merupakan jambu yang paling populer di Taiwan, lebih disukai kalangan ekspatriat China/Taiwan begitu juga dengan kalangan Tionghoa sehingga dihargai lebih tinggi mencapai Rp.35.000-40.000/kg, sedangkan jambu Kristal yang lebih populer di jabodetabek dihargai konsumen berkisar Rp. 25.000-30.000/kg. Selisih harga lebih tinggi yang didapat jambu mutiara, menurut hemat penulis, karena memang jumlah pembudidaya yang lebih sedikit sehingga stok di pasar lebih terbatas.
Ok, apakah kini sobat bisa membedakan dengan jelas mana Jambu Kristal dan mana Jambu Mutiara? Pilih yang mana?

 

Bagikan informasi tentang Melihat lebih jelas perbedaan Jambu Kristal dan Jambu Mutiara (Taiwan) kepada teman atau kerabat Anda.

Melihat lebih jelas perbedaan Jambu Kristal dan Jambu Mutiara (Taiwan) | SaungBibit.com

Belum ada komentar untuk Melihat lebih jelas perbedaan Jambu Kristal dan Jambu Mutiara (Taiwan)

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Limited Edition
OFF 40%
Rp 45.000 Rp 75.000
Ready Stock / BI-04
Best Seller
OFF 28%
Rp 90.000 Rp 125.000
Ready Stock / BMUS
Popular!
OFF 54%
Rp 55.000 Rp 120.000
Ready Stock / TIN
SIDEBAR